Penggunaan Media Realia Untuk Meningkatkan Kemampuan Penjumlahan Dan Pengurangan Kelas 1 Sd Muhammadiyah Jogokariyan - dikpora.jogjaprov.go.id DETAIL ARTIKEL JURNAL Dipublish: 08 September 2016 09:09 WIB, - Dibaca : 8885 kali

Penggunaan Media Realia Untuk Meningkatkan Kemampuan Penjumlahan Dan Pengurangan Kelas 1 Sd Muhammadiyah Jogokariyan

Penulis : Amiratun Solichah
Share :

Penggunaan Media Realia Untuk Meningkatkan

Kemampuan Penjumlahan Dan Pengurangan Kelas 1

Sd Muhammadiyah Jogokariyan

 

Amiratun Solichah

(Guru SD Muhammadiyah Jogokariyan)

(Email, amirasolichah@gmail.com )

ABSTRAK

 

Siswa kelas 1 SD Muhammadiyah Jogokariyan masih banyak yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan proses belajar paling efektif untuk meningkatkan kompetensi operasi  penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan media realia.

            Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang diselesaikan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Subjek penelitianadalah siswa kelas 1SD Muhammadiyah Jogokariyan pada tahun ajaran 2015/2016, yang berjumlah 16 siswa. Data penelitian berupa data observasi, dokumen lembar kerja siswa, dan nilai hasil belajar siswa. Analisis data menggunakan statistik sederhana dan kontemplasi reflektif proses dan hasil belajar. Terdapat empat indikator penelitian, yaitu : 1) memperhatikan demontrasi cara penggunaan media realia, 2) memperhatikan contoh pengerjaan soal oleh guru menggunakan media realia, 3) keterlibatan siswa dalam pengerjaan contoh soal oleh guru menggunakan media realia, dan 4) mengerjakan soal latihan secara mandiri menggunakan media realia.

          Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) indikator keberhasilan penelitian  berupa ketuntasan belajar (nilai KKM) tercapai sebesar 87,5% (14 siswa), lebih besar dari target keberhasilan sebesar 85% siswa, atau meningkat 31,25% dibanding pada pra siklus sebanyak 56,25% (9 siswa); 2) peningkatan rerata indikator proses belajar, pada siklus I sebesar 73,04% dan pada siklus II sebesar 86,72%; 3) Temuan dalam penelitian ini adalah penggunaan media realia dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan KKM dengan memperhatikan indikator melibatkan siswa dalam pengerjaan contoh soal oleh guru, dengan cara: a) semua siswa perlu dilibatkan dalam demonstrasi proses perhitungan, b) dalam contoh soal, siswa dilibatkan (partisipasi) dalam menyelesaikan hasil akhir perhitungan penjumlahan atau pengurangan, c) koreksi hasil perhitungan contoh soal dicek bersama-sama untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.

 

Kata kunci :media realia, penjumlahan, pengurangan

  

REALIA MEDIA USAGE TO IMPROVE

THE ABILITY OF ADDITION AND SUBSTRACTION

IN THE FIRST GRADE OF MUHAMMADIYAH

JOGOKARIYAN ELEMENTARY SCHOOL

 

Amiratun Solichah

 

Abstract

 

           Students in the first grade at Muhammadiyah Jogokaryan Elementary school there are still many who experience difficulty in completing the operations of addition and substraction. The purpose of this study was to find the most effective learning process to improve the competence of operations of addition and substraction by using realia media.

           This research is a class act accomplished in two cycles. Each cycles consists of planning, actron, observation and reflection. This research subjects were students in first grade in the academic year 2015/2016, amounting to 16 students. The research data in the form of observational data, document student worksheets and value of student learning out comes. Statistical analysis of data using simple and reflective contemplatron learning process and results. There are four indicators of research : 1) a demonstration of how the use of realia media, 2) pay attention to the example of workmanship problem by teacher using realia media, 3) student involvement in the execution of thesample questrons guided by the teacher using media realia, 4) working independently exercises using realia media.

           The result showed that : 1)  indicators of success of the research is a mastery learning (KKM) is reached at 87,5 % (14 students), greater than the target for success 85 % students or an increase of 31,25% compared to pre-cycles as much as 56,25% (9 students) , 2) the increase in the average indicator of the learning process, in first cycle at 73,04% and the second cycle at 86,72%, 3) The findings in this study is the use of realia media can be used to increase KKM by watching indicators, engaging students in workmanship examples of question by teachers in the way : a) all students need to be involved in the demonstration on calculation process, b) in the example problem, student are involved in completing the final calculation of addition and sbstraction, c) the correction on the calculation examples of question are checked together to improve students self confidence.

 

Key word : realia media, addition, substraction

 

 

  1. PENDAHULUAN

Pendidikan di tingkat Sekolah Dasar merupakan pendidikan yang pertama dan utama, karena pada tingkat Sekolah Dasar siswa mulai mengenal pendidikan yang sebenarnya. Tujuan dari pendidikan di Sekolah Dasar  untuk memberikan bekal kemampuan membaca, menulis, berhitung, pengetahuan dan kemampuan dasar yang bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Kelas 1 merupakan pintu gerbang mula pertama anak belajar matematika, oleh karena itu pendidikan matematika diharapkan mampu mengembangkan proses berpikir dimulai dari hal-hal yang sederhana sampai kepada hal-hal yang rumit. Hidup itu matematika, mengapa demikian? Kehidupan kita sehari hari tidak pernah lepas dari angka-angka mulai jam berapa kita bangun, kapan kita berangkat sekolah, berapa jumlah siswa yang masuk dan berapa siswa yang tidak masuk.

Menurut Piaget dalam buku Perspektif Pendidikan (2014: 4.15) perkembangan kognitif anak usia Sekolah Dasar termasuk pada tahap perkembangan operasi kongkrit. Pada tahap ini anak mampu berpikir secara logis tentang suatu hal. Walaupun demikian, kadar dan cara anak berpikir logis terhadap sesuatu akan ada perbedaan karena setiap anak merupakan individu yang berbeda. berbeda dalam hal minat, bakat, kemampuan, kepribadian dan pengalaman lingkungannya.

Proses pembelajaran di SD Muhammadiyah Jogokariyan tidakterlepas dari peran guru sebagai pendidik, pengajar dan pembimbing yang memiliki kewajiban mencari, menemukan dan mampu memecahkan masalah belajar yang dihadapi siswa. Guru dituntutmemiliki kreatifitas dalam memilih model pembelajaran dan merancang media pembelajaran untuk memberikan pemahaman teori dan konsep sehingga mudah dipahami dan dimengerti oleh peserta didik.

Pembelajaran Matematika di SD Muhammadiyah Jogokariyan, masih mengalami berbagai kendala, sehingga hasil belajar siswa belum mencapai KKM. Pada tahap pra siklus  dari siswa yang berjumlah 16 siswa, hanya 9 siswa yang sudah mencapai nilai KKM, sementara yang 7 (43,75%) siswa belum mencapai nilai KKM.

Salah satu faktor yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran tersebut adalah media pembelajaran. Kurangnya media alat peraga yang digunakan guru dalam proses pembelajaran mengakibatkan sebagian siswa kesulitan dalam menguasai materi pelajaran. Hal ini mengakibatkan kurangnya konsentrasi siswa dalam belajar, karena siswa merasa bosan dengan pembelajaran yang cenderung didominasi oleh guru dan kurang melibatkan keaktifan siswa.

Dalam proses pembelajaran seorang  gurudituntut untuk selalu produktif, kreatif dan inovatif dalam menciptakan proses pemebelajaran yang menarik, menyenangkan dan memberi kesan kebermaknaan bagi siswa. Alat peraga atau media pembelajaran menjadi bagian terpenting dalam keberhasilan proses pembelajaran dan kemampuan siswa harus terus dilatih untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Salah satu media yang bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran Matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan adalah media realia atau benda kongkret. Media realia adalah media yang berupa benda nyata seperti sedotan, kelereng, batang korek api, lidi, dll yang digunakan sebagai bahan atau sumber belajar. Penggunaan media realia diharapkan bisa menjadi alternatif solusi meningkatkan pemahaman anak kelas 1 SD Muhammadiyah Jogokariyan dalam materi penjumlahan dan pengurangan.

 

  1. RUMUSAN MASALAH

Dari uraian diatas, maka rumusan permasalahan penelitian ini dapat dinyatakan sebagai berikut:

  1. Bagaimana penggunaan media realia dalam pembelajaran Matematika materi penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas I SD Muhammadiyah Jogokariyan ?
  2. Apakah penggunaan media realia dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi penjumlahan dan pengurangan dalam pembelajaran Matematika pada siswa kelas 1 SD Muhammadiyah Jogokariyan?
  3. TUJUAN PENELITIAN
  4. Meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SD Muhammadiyah Jogokariyan pada mata pelajaran Matematika materi penjumlahan dan pengurangan.
  5. Untuk mendeskripsikan penggunaan media realia dalam pembelajaran Matematika khususnya materi penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas I SD Muhammadiyah Jogokariyan.

 

  1. KAJIAN PUSTAKA
  2. Hasil Belajar

      Hasil belajar menurut W. Winkel (dalam buku Psikologi Pengajaran 1989:82) adalah keberhasilan yang dicapai oleh siswa, yakni prestasi belajar siswa di sekolah yang mewujudkan dalam bentuk angka. Menurut Winarno Surakhmad (dalam buku, Interaksi Belajar Mengajar, (Bandung :Jemmars, 1980 : 2) adalah keberhasilan yang dicapai oleh siswa, yakni hasil belajar siswa bagi kebanyakan orang berarti ulangan, ujian atau tes. Maksud ulangan tersebut untuk memperoleh suatu indek dalam menentukan keberhasilan siswa. Dari definisi tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar adalah prestasi belajar yang dicapai siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan membawa suatu perubahan dan pembentukan tingkah laku seseorang.

  1. Hakekat Penjumlahan dan Pengurangan

Penjumlahan menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas adalah salah satu operasiaritmetika dasar. Penjumlahan ditulis dengan menggunakan tanda tambah "+" di antara kedua bilangan. Hasil dari penjumlahan dinyatakan dengan tanda sama dengan "=".Menurut Karso, (dalam buku Pendidikan Matematika I 2014 : 2.17), Penjumlahan merupakan pengerjaan hitung yang pertama kali dikenal anak-anak. Bukan saja di sekolah tetapi juga di masyarakat sebelum anak mengenal sekolah.

Menurut Sukayati (2011:24) ,Pengurangan merupakan kebalikan dari penjumlahan, tetapi pengurangan tidak memiliki sifat yang dimiliki oleh penjumlahan, pengurangan tidak memenuhi sifat pertukaran, sifat identitas dan sifat pengelompokan. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam pendidikan anak usia dini konsep pengurangan yang ditanamkan adalah konsep pengambilan.

  1. Media Realia

Menurut Rusman (2005 : 2), Media realia yaitu semua media nyata di dalam ruang kelas, tetapi dapat digunakan sebagai sesuatu kegiatan  observasi pada lingkungannya.  Media realia merupakan objek nyata suatu benda.Seperti mata uang, tumbuhan, hewan, bebatuan, air, dan tanah.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan, media realia  merupakan sarana yang dapat membantu siswa kelas 1 meningkatkan hasil belajar matematika pada materi  penjumlahan dan pengurangan. Beberapa fungsi media realia dalam pembelajaran, antara lain: (a) Fungsi atensi: mengarahkan siswa untuk berkonsentrasi kepada isi  pelajaran yang ditampilkan, (b) Fungsi motivasi: mendorong siswa untuk lebih giat belajar, (c) Fungsi afeksi: menggugah emosi dan sikap siswa, (c) Fungsi kompensatori: mengakomodasi siswa yang lemah dalam menerima dan memahami pelajaran yang disajikan secara teks atau verbal, (d) Fungsi psikomotori: menggerakkan siswa untuk melakukan suatu kegiatan, (f) Fungsi evaluasi: menilai kemampuan siswa dalam merespon pembelajaran.

 

  1. METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan didalam kelas, yang bertempat di SD Muhammadiyah Jogokariyan.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas I SD Muhammadiyah Jogokariyan  yang berjumlah 16 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengikuti prosedur penelitian yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Taggart, dalam Kasihani Kasbolah (1998:113).Tahapan dalam penelitian tindakan kelas ini disebut siklus, dan setiap siklusnya mencakup kegiatan perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection).

Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung dan instrument hasil belajar siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi proses pembelajaran yang terdiri dari empat indikator, yaitu : 1) memperhatikan demontrasi cara penggunaan media realia, 2) memperhatikan contoh pengerjaan soal oleh guru menggunakan media realia, 3) keterlibatan siswa dalam pengerjaan contoh soal oleh guru menggunakan media realia, dan 4) mengerjakan soal latihan secara mandiri menggunakan media realia.

Target keberhasilan dalam penelitian ini adalah meningkatnya kemampuan penjumlahan dan pengurangan, setelah menggunakan media realia, yang ditandai dengan minimal 80% dari jumlah siswa meningkat hasil belajarnya pada materi penjumlahan dan pengurangan dengan skor KKM 75.

 

  1. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri dari 4 kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Berikut ini deskripsi kedua siklus dalam penelitian ini.

 

Pra Siklus

 Pada tahap pra siklus hanya 9 siswa (56,25%) yang sudah tuntas, sedangkan 7  siswa (43,75%) belum mencapai nilai ketuntasan minimal  dalam materi penjumlahan dan pengurangan. Rata-rata hasil belajar hanya mencapai 67,14. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan siswa masih jauh dari KKM 75 yang ditetapkan sekolah.

 

 

Deskripsi Siklus Pertama

Pada tahap perencanaan, siklus pertama ada beberapa hal yang  harus disiapkan  peneliti bersama supervisor 2, yaitu : 1) lembar observasi, 2) lembar kerja siswa, 3) media realia (biji melinjo, biji kelengkeng, lidi, kerikil dan kelereng), 4) Buku matematika kelas 1.

Pada tahap pelaksanaan, siklus Pertama, dilakukan pendokumentasian proses pembelajaran penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan. Adapun tindakan yang dilakukan dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan, secara garis besar adalah sebagai berikut:(1) Guru menyampaikan penjelasan kepada siswa bahwa hari ini akan belajar penjumlahan dan pengurangan dari angka 1-20, (2) Guru dan siswa menyiapkan media (biji melinjo, biji klengkeng, lidi, kerikil, kelereng, dll), 3) Guru mendemonstrasikan penjumlahan dan pengurangan dengan media yang telah disiapkan dan  siswa memperhatikan penjelasan guru, 4) Siswa dengan bimbingan guru berlatih mengerjakan soal menggunakan media realia, 5) siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu.

Pada tahap Observasi, siklus Pertama, kegiatan siswa dicatat dan didokumentasikan  selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung. Hasil observasi kegiatan siswa dalam proses pembelajaran menggunakan media realia  adalah sebagai berikut:

 

Tabel 1.Skor indikator proses pembelajaran media realia

No.

 

Indikator A

Indikator B

Indikator C

Indikator D

Rerata

1

Skor Indikator

49

44

46

50

 

2

Skor Maksimum

64

64

64

64

 

3

Prosentase keberhasilan

76,56%

68,75%

71,87%

78,12%

73,04%

                        Sumber: data primer, 2015

 

Dari keempat indikator diatas, indikator B (memperhatikan contoh pengerjaan soal oleh guru)masih sangat rendah, karena masih banyak siswa yang ramai sendiri dan kurang fokus dalam memperhatikan penjelasan guru. Sedangkan ketiga indikator lainnya juga masih belum sesuai target yang dikehendaki. Adapun kompetensi siswa dalam operasi penjumlahan dan pengurangan  adalah sebagai berikut:

Adapun deskripsi skor yang diperoleh siswa dari evaluasi hasil belajar Matematika operasi hitungpenjumlahan dan pengurangan adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Data Nilai dan Ketuntasan Siswa

No

Aspek

Skor / Jumlah

1.

Nilai Tertinggi

100

2.

Nilai Terendah

50

3.

Rerata

83,75

4.

Ketuntasan belajar (nilai > 75)

11 siswa (68.75%)

5.

Ketidak tuntas belajar (nilai =< 75)

5 siswa (31,25%)

6.

Rata-Rata Ketuntasan Siswa

68.75%

Sumber: data primer, 2015

 

Dari tabel 2, diketahui bahwa jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar baru  mencapai 11 siswa dari 16 siswa (68.75%). Kondisi ini masih jauh dari target sebesar 80% siswa mencapai nilai KKM.

Pada tahap refleksi, dihasilkan beberapa kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran pada siklus pertama ini. Kelebihan proses pembelajaran pada siklus ini adalah ada  2 indikator  yang telah mencapai skor minimum, yaitu: indikator A (memperhatikan demontrasi cara penggunaan media realia) mencapaiskor 76,56%. Indikator D (mengerjakan soal latihan secara mandiri menggunakan media realia) mencapai skor 78,12%. Namun demikian, indikator pembelajaran ini masih perlu untuk ditingkatkan lagi.

Sedangkan kekurangan proses pembelajaran, terlihat dari indikator B (memperhatikan contoh pengerjaan soal oleh guru menggunakan media realia ) baru mencapai skor 68,75%, dan indikator C (keterlibatan siswa dalam pengerjaan contoh soal oleh guru menggunakan media realia) baru mencapai skor 71,87. Disamping itu, proses pembelajaran yang masih perlu ditingkatkan, yaitu: 1) rendahnya perhatian siswa terhadap penjelasan guru, 2) rendahnyaketerlibatan siswa dalam pengerjaan soal oleh guru, dan 3) rendahnyakemampuan mengerjakan soal latihan secara mandiri.

Berdasarkan kelemahan proses belajar pada siklus I, maka diajukan rekomendasi untuk perbaikan pada siklus berikutnya,yaitu : 1) Guru harus melibatkan semua siswa dalam proses demonstrasi penjelasan operasi penjumlahan dan pengurangan dengan media realia, 2) Dalam pemberian contoh soal, sangat diperlukan partisipasi siswa dalam menyelesaikan hasil akhir perhitungan penjumlahan atau pengurangan, 3) Koreksi hasil perhitungan contoh soal dicek bersama-sama untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.

 

Deskripsi Siklus Kedua

Pada tahap perencanaan siklus 2,disiapkan instrumen yang diperlukan yaitu, RPP, lembar pengamatan, media realia serta soal evaluasi siklus 2.

Pada tahap pelaksanaan,dicatat kegiatan siswa selama proses perbaikan pembelajaran dengan menggunakan instrumen pengamatan yang telah disiapkan.Pada tahap pelaksanaan ini ada beberapa perubahan strategi yang dilakukan guru, sesuai pada hasil rekomendasi dari refleksi siklus pertama. Langkah-langkah pembelajaran pada siklus kedua secara garis besar, adalah: 1) Guru mendemonstrasikan penjumlahan dan pengurangan menggunakan media realia dengan melibatkan siswa, 2) siswa mendemontrasikan cara mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangan menggunakan  media realia dengan bimbingan guru, 3) Guru menyuruh salah satu siswa untuk mengerjakan contoh soal di depan kelas dengan media realia, 4) Guru bersama siswa melakukan koreksi bersama dari contoh soal yang dikerjakan siswa di depan kelas, 5)siswa mengerjakan soal secara mandiri menggunakan media realia.

Pada tahap observasi, hasil pengamatan proses pembelajaran terhadap kegiatan belajar siswa,  dapat dilihat pada tabel 4, berikut ini:

 

Tabel 4.Skor indikator proses pembelajaran media realia

No.

 

Indikator A

%

Indikator B

%

Indikator C

%

Indikator D

%

Rerata

%

1

Skor Indikator

56

53

57

56

 

2

Skor Maksimum

64

64

64

64

 

3

Prosentase keberhasilan

87,5

82,81

 

89,6

87.05

87, 5

Sumber: data primer, 2015

 

Berdasarkan data di atas, dapat diketahui bahwa pada siklus kedua dari 16 siswa kelas I, menunjukkan adanyapeningkatan keaktifan siswa.Hal ini dapat dilihat capaian indikator-indikator pembelajaran, yaitu: indikator A mencapai keberhasilan 87,5%, indikator B mencapai keberhasilan 82,81%, indikator C mencapai keberhasilan 89,6%, dan indikator D mencapai keberhasilan 87,05%. Rata-rata keberhasilan indikator proses pembelajaran mencapai 87,5%.

 

Tabel 6. Rekap nilai dan ketuntasan belajar siswa

No

Aspek

Keterangan

1.

Nilai Tertinggi

100

2.

Nilai Terendah

70

3.

Rerata

91,25

4.

Tuntas belajar (nilai > 75)

14 siswa (87,5%)

5.

Tidak Tuntas Belajar (nilai < 75)

2 siswa (12,5%)

6.

Rata-Rata Ketuntasan

87,5%

Sumber: data primer, 2015

 

Dari tabel nilai hasil penjumlahan dan pengurangan siswa diatas, dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang mencapai nilai ketuntasan mencapai 14 siswa (87,5%), dan hanya 2 siswa yang tidak tuntas. Hal Ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran pada siklus II mengalami kenaikan, sehingga target perbaikan yang ingin dicapai yaitu 80%, sudah tercapai pada siklus II ini. Keberhasilan ini dikarenakan adanya proses pembelajaran yang berupa: a) keterlibatan guru dan siswa dalam proses demontrasi, b) partisipasi siswa dalam menyelesaikan hasil akhir perhitungan penjumlahan dan pengurangan, c) adanya koreksi hasil perhitungan contoh soal dicek bersama-sama untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.

 

  1. PEMBAHASAN
  2. Kualitas Proses Pembelajaran

Selama penelitian ini, kualitas pembelajaran menggunakan media realia mengalami kenaikan sebanyak 14,01% dari kondisi 73,04% pada siklus I menjadi 87,05% pada siklus II. Hal ini dapat dilihat pada diagram  gambardi bawah ini :

 

Gambar 1. Histogram Nilai Rerata Proses Pembelajaran

 

  1. Hasil belajar dan Ketuntasan Siswa

Hasil belajar dan prosentase ketuntasan siswa juga mengalami kenaikan pada setiap siklusnya. Hal ini dapat dilihat pada diagram berikut :

Gambar 2. Histogram Rerata dan Ketuntasan Siswa

 

Berdasarkan histogram di atas hasil belajar siswa menunjukkan meningkat. Nilai rerata nilai belajar pada tahap pra siklus baru mencapai 67,4%, kemudian menjadi 83,75%  pada siklus 1 atau meningkat sebanyak  16,35%. Pada siklus II menjadi 91,25% atau meningkat sebanyak 7,5%. Penggunaan media realia pada siswa kelas 1 SD Muhammadiyah Jogokariyan dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran. Siswa yang telah berhasil mencapai nilai di atas KKM 75 sebanyak 14 siswa (87,5%), sehingga target nilai KKM yang dicapai siswa  di atas KKM sebanyak 85% dapat tercapai.

Temuan penting dalam penelitian adalah bahwa dalam proses pembelajaran Matematika materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan menggunakan media realia pada siswa kelas I SD Muhammadiyah Jogokariyan Yogyakarta. Proses pembelajaran tersebut menggunakan 4 indikator kegiatan utama, yaitu :1) memperhatikan demontrasi cara penggunaan media realia, 2) memperhatikan contoh pengerjaan soal oleh guru menggunakan media realia, 3) keterlibatan siswa dalam pengerjaan contoh soal oleh guru menggunakan media realia, dan 4) mengerjakan soal latihan secara mandiri menggunakan media realia. Selain itu, perlu adanya kegiatan tambahan untuk mendukung keberhasilan dari proses pembelajaran utama, yaitu : a) keterlibatan guru dan siswa dalam proses demontrasi, b) partisipasi siswa dalam menyelesaikan hasil akhir perhitungan penjumlahan dan pengurangan, c) adanya koreksi hasil perhitungan contoh soal dicek bersama-sama untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.

Media realia yang digunakan dalam penelitian pada siswa kelas I SD Muhammadiyah Jogokariyan Yogyakarta dapat meningkatkan kompetensi siswa. Sebanyak 14 siswa atau 87,5% mampu mencapai nilai KKM sebesar 75, dari target keberhasilan sebanyak 80%. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan media realia dikatakan berhasil meningkatkan kompetensi siswa.

 

  1. KESIMPULAN DAN SARAN
  2. Kesimpulan

Berdasarkan Tujuan Perbaikan Pembelajaran yaitu untuk meningkatkan hasil belajar  siswa kelas 1 tahun ajaran 2015/2016pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan media realia berupa bendakongkrit yang ada di lingkungan rumah dan di lingkungan sekitar sekolah, dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Target keberhasilan perbaikan pembelajaran sebesar 85% terlampaui. Keberhasilan KKM mencapai 87,5%.
  2. Ketuntasan belajar siswa setiap siklus hasilnya mengalami peningkatan. Ketuntasan belajar siswa pada pra siklus mencapai 67,14% (9 siswa), pada siklus 1 mencapai 68,75% (11 siswa), sedangkan pada siklus II mengalami kenaikan menjadi 87, 5% (14 siswa).
  3. Kualitas proses belajar mengajar dan keaktifan siswa setiap siklus mengalami peningkatan sebesar 18,75% dari skor 68,75% menjadi 87,5%.
  4. Temuan Penelitian, bahwa pembelajaran Matematika materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran, hasil belajar dan ketuntasan siswa, denganmenggunakan 3 aktifitas pendukung, yaitu : a) semua siswa perlu dilibatkan dalam demonstrasi proses perhitungan, b) dalam contoh soal, siswa dilibatkan (partisipasi) dalam menyelesaikan hasil akhir perhitungan penjumlahan atau pengurangan, c) koreksi hasil perhitungan contoh soal dicek bersama-sama untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.
  5. Saran
  6. Pembelajaran dengan media realia dapat dijadikan alternative untuk meningkatkan hasil prestasi belajar dan keaktifan siswa dalam belajar.
  7. Dengan media realia siswa diharapkan aktif selama kegiatan belajar mengajar ada interaksi antara guru dengan siswa atau siswa dengan siswa dalam pembelajaran.
  8. Bagi peneliti dan guru lain, media realia dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan.
  9. PTK dengan menggunakan media realia dapat dikembangkan untuk mata pelajaran maupun mata pelajaran yang lain.
  10. Bagi peneliti maupun guru lain selalu inovatif dan senantiasa memotivasi siswa untuk aktif, kreatif serta berani bertanya apabila ada kesulitan dalam kegiatan belajar mengajar.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Karso, dkk, 2014, Pendidikan Matematika I. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka.

Kasihani Kasbolah. (1998). Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta : Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi

Rusman (2012 ), Model-model Pembelajaran : Depok : PT Rajagrafindo Persada.

 

Sukayati, 2011.Pembelajaran Pecahan di Sekolah Dasar : Widyaiswara     Yogyakarta.

 

Sukayati, 2011.Edukasi Titik Media : Wordpress

 

Wardani, dkk.2014, Perspektif Pendidikan Sekolah Dasar. Tangerang Selatan : UniversitasTerbuka

Winarno Surakhmad, 1980), Interaksi Belajar- Mengajar : Bandung Jemmars

 

  1. Winkel, (1996 ), Psikologi Pendidikan dan Evaluasi, Jakarta 1996

 

 

BIODATA PENULIS

 

Amiratun Solichah, S.Ag..Penulis merupakan seorang guru di SD Muhammadiyah Jogokariyan Yogyakarta. No telpon yang bisa dihubungi 083869662936, dan alamat email amirasolichah@gmail.com


Artikel lainya

 
FROM TEACHER BECOME LEADER AND MANAGER REVITALISASI FUNGSI KEPALA SEKOLAH: PELUANG DAN TANTANGAN
 
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU MATEMATIKA MELALUI PEMBERDAYAAN KEGIATAN MGMP DI SMK KABUPATEN KULON PROGO SEMESTER 1 TAHUN 2017/2018
 
LANGKAH STRATEGIS PERSIAPAN AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH
 
Mendekatkan Pelajar dengan Bahasa dan Aksara Jawa

Komentar artikel jurnal

Artikel Lain Kembali ke atas






POJOK INSPIRASI

Dua hal yang sulit diatasi dalam hidup adalah sukses dan kegagalan. (Anonim)
LINK PENTING: BSE - Lembaga Pusat - Lembaga Daerah - Link UPTD - Budaya Baca - Konten Pendidikan - NUPTK - NISN - NPSN - Seksi DIKTI - BAN SM

Kantor : Jl.Cendana 9 Yogyakarta Kode Pos : 55166 Telepon : (0274) 541322 Fax : 513132 Email : dikpora@jogjaprov.go.id
Dinas Pendidikan, Pemuda, & Olahraga
Daerah Istimewa Yogyakarta.

www.pendidikan-diy.go.id
Copyright © 2017 .Hak cipta dilindungi undang-undang.
Web themes by WatulintangMedia