Gerakan Literasi Sekolah Bagi Pustakawan Masa Kini - dikpora.jogjaprov.go.id

Gerakan Literasi Sekolah Bagi Pustakawan Masa Kini

DETAIL BERITA 18 April 2018 10:04 WIB,   Jurnalis: Zakky M ,   Dibaca : 569kali


  Foto : Drs. Ida Fajar Priyanto , M.A., Ph.D. saat menyampaikan materi  
Share :

Gerakan Literasi Sekolah memang harus digalakkan dan dilaksanakan secara maksimal. Sumber dari segala sumber adalah literasi. Untuk itu dari kementerian sudah menghimbau gerakan literasi ini sejak tiga tahun yang lalu bahwa setiap sekolah wajib mengagalakkan gerakan literasi membaca buku selain buku mata pelajaran sebelum waktu belajar dimulai,” kata Kepala Seksi Sekolah Menengah Atas (SMA) Dinas Dikpora DIY, Janiari, S.Pd., dalam paparannya sebagai salah satu narasumber Seminar Nasional Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Menuju Generasi Emas Indonesia Bagi Pustakawan Masa Kini yang diselenggarakan oleh Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI) DIY di Grahatama Pustaka Yogyakarta, Rabu (18/4/2018).

Menurut Janiari, Gerakan Literasi Sekolah sudah hampir dilaksanakan di semua sekolah. Tetapi bagaimana peran pustakawan dalam gerakan ini, itulah yang masih belum terlihat. Diharapkan dengan adanya acara seminar ini nanti para pustakawan bisa mendapatkan pencerahan dari para narasumber untuk memberikan kontribusi yang lebih untuk gerakan ini.

Gerakan ini, lanjut Janiari, masih belum bisa berjalan maksimal karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, diantaranya; pustakawan yang ada di sekolah di bawah naungan Dinas Dikpora DIY itu belum memenuhi standart yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga kompetensinya masih kurang dan sedikit menjadi kendala.

“Kepala Dinas Dikpora DIY sudah memetakan mana saja sekolah yang pustakawannya sudah memenuhi standart dan mana yang belum. Dan ternyata kita temukan pustakawan yang ada itu sebagian masih sambil menajadi guru dan kadang hanya menjadi sampingan saja, dan kadang tidak mempunyai latar belakang ilmu perpustakaan, sehingga tidak bisa fokus dan maksimal” jelasnya.

Padahal, imbuhnya, pustakawan itu termasuk ujung tombak gerakan tersebut bersama-sama dengan guru dan segenap komponen lainnya di sekolah.

Sementara itu, narasumber lain, Drs. Ida Fajar Priyanto , M.A., Ph.D., memaparkan tentang Peran Pustakawan Zaman Now dalam Menyiapkan Generasi Emas Indonesia.

Dalam paparannya, Fajar menjelaskan, perpustakaan sekolah adalah sebagai pusat kebahagiaan dan pusat pendidikan. Menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang dapat memberikan kebagahagiaan pasti akan menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang dijunjung tinggi oleh banyak orang dan akan menjadi pusat kehidupan.

“Pustakawan haruslah mampu menunjukkan apa yang telah dilakukan dan memberikan impact atas semua tugasnya yang telah dilakukan pustakawan sekolah diatas tugas-tugas rutinnya. Pustakawan justru juga harus mampu menjadikan pentingnya desain perpustakaan dan layanannya yang membahagiakan para pemustaka,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, pustakawan,saat ini, juga harus mengetahui tentang pendidikan tingkat dasar dan menengah sehingga mampu memberikan layanan sebaik mungkin, serta tidak boleh hanya melakukan kegiatan internal librarianship saja.

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan, perpustakaan bukan lagi hanya tentang kepustakaan dan kepustakawanan. Perpustakaan harus memimpin dan memiliki kemampuan untuk memberikan layanan lebih dari sekedar pendukung. Pustakawan harus mengetahui agenda, tugas, dan kegiatan sekolah dengan kurikulumnya dan sekaligus menawarkan diri untuk berada di garis depan pendidikan.

“Kini adalah masa emas bagi pustakawan sekolah yang memiliki kemampuan besar untuk menunjukkan keahlian pustakawan. Sudah seharusnya muncul tanggung jawab besar bagi pustakawan untuk memimpin pengembangan pendidikan di sekolah,” imbuhnya.

Fajar juga berharap agara pustakawan keluar dari arena internal kepustakawanan, kemudian menunjukkan kepada dunia bahwa pustakawan memiliki kemampuan yang besar dalam kaitanyya dengan dunia pendidikan. “untuk itulah, pustakawan harus bergerak, tahu dunia yang dilayani, dan mampu memberikan layanan dalam dunia yang dilayaninya,” paparnya.

Seminar Nasional Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Menuju Generasi Emas Indonesia Bagi Pustakawan Masa Kini ini sendiri dibuka oleh Staf Sosial Budaya Wakil Gubernur DIY, Bayu Haryana, yang mewakili Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X. 


Berita Terkait

Berita Lain


Komentar Berita

Kembali ke atas


PENGUMUMAN BARU
LINK PENTING: BSE - Lembaga Pusat - Lembaga Daerah - Link UPTD - Budaya Baca - Konten Pendidikan - NUPTK - NISN - NPSN - Seksi DIKTI - BAN SM

Kantor : Jl.Cendana 9 Yogyakarta Kode Pos : 55166 Telepon : (0274) 541322 Fax : 513132 Email : dikpora@jogjaprov.go.id
Dinas Pendidikan, Pemuda, & Olahraga
Daerah Istimewa Yogyakarta.

www.pendidikan-diy.go.id
Copyright © 2017 .Hak cipta dilindungi undang-undang.
Web themes by watulintang.com