Pentingnya Strategi Implementasi Pemberlakuan Pendidikan Pengurangan Resiko Bencana Bagi Disabilitas - dikpora.jogjaprov.go.id

Pentingnya Strategi Implementasi Pemberlakuan Pendidikan Pengurangan Resiko Bencana Bagi Disabilitas

DETAIL BERITA 12 September 2018 02:09 WIB,   Jurnalis: Zakky M ,   Dibaca : 82kali


  Foto : Kepala Bidang PLB dan Dikdas, Drs. Bakhtiar Nurhidayat, sedang menyampaikan materi  
Share :

Kenapa perlunya pemberlakuan pendidikan pengurangan resiko bencana bagi disabilitas itu menajadi sangat penting untuk kita berikan kepada anak didik kita, karena sampai dengan saat ini penyandang disabilitas itu masih belum bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan itu. Padahal kalau kita lihat bencana alam itu terus terjadi secara bergantian,mulai dari banjir, gempa, longsor, dan lain sebagainya” kata Dr. Arni Suwanti, Koordinator Forum Penguatan Hak Penyandang Disabilitas (FPHD), dalam seminar bertajuk Strategi Implementasi Pemberlakuan Pendidikan Pengurangan Resiko Bencana Bagi Penyandang Disabilitas Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Kepramukaan, yang diselenggarakan di Dinas Dikpora DIY, Rabu (12/9/2018).

Menurutnya, berdasarkan United Nations Departement Of Economic And Social Affairs tahun 2014 menyebutkan bahwa tingkat kematian penyandang disabilitas itu bisa dua sampai empat kali populasi selain penyandang disabilitas. “Itulah yang perlu kita pikirkan bersama kenapa penyandang disabilitas ketika terjadi bencana lebih banyak menjadi korban,” tuturnya.

“Akhirnya kami berkesimpulan bahwa penyandang disabilitas itu belum punya pemahaman apa itu yang dimaksud dengan bencana, apa itu banjir, gempa, dll, terutama yang masih di Sekolah Dasar,” jelasnya dihadapan para peserta seminar yang terdiri dari Pembina Pramuka dari seluruh SLB yang ada di DIY.

Arni juga menjelaskan kenapa pendidikan pengurangan resiko bencana tidak dimasukkan ke dalam kurikulum menjadi materi pelajaran. Itu karena akan sangat menyulitkan para pengelola sekolah sehingga yang memungkinkan ialah memasukkannya ke dalam ekstrakurikuler, dan ektrakurikuler yang wajib adalah Pramuka. “Sehingga salah satu materi yang diajarkan di kegiatan Pramuka selain misalnya tali temali, salah satunya ialah pendidikan pengurangan resiko bencana,” imbuhnya.

Sementara itu, turut memberikan materi sebagai narasumber, Direktur Independent Legal Aid Institute (ILAI), Winarta. Menurutnya, pendidikan pengurangan resiko bencana bagi disabilitas merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk ILAI.

Winarta menjelaskan bahwa kemampuan untuk mengurangi resiko bencana harus menjadi skill bagi setiap orang, terutama para penyandang disabilitas. “Pendidikan ini harus terus diulang-ulang, harus berkesinambungan, serta dilakukan sejak dini,” katanya.

Winarta juga berharap kepada para Pembina Pramuka untuk meningkatkan kreativitas dalam penyampain materi dengan menggunakan berbagai fasilitas yang tersedia.

Dalam kesempatan lain, Kepala Bidang PLB dan Dikdas, Drs. Bakhtiar Nurhidayat, menyampaikan bahwa kondisi masyarakat pada umumnya sama sekali tidak mengerti bagaimana menghadapi bencana. “Itu yang orang normal. Bisa kita bayangkan bagaimana dengan para penyandang disabilitas,” keluhya.

Oleh karena itu, katanya, pendidikan pengurangan resiko bencana menjadi penting bagi disabilitas untuk memberikan pemahaman tentang berbagai macam bencana dan bagaimana cara menghadapinya.

Bakhtiar juga menekankan pentingnya pembiasaan, karena sepaham apapun siswa tentang bencana jika belum terbiasa maka ketika terjadi bencana akan lupa semua apa yang telah dipelajari.

Bakhtiar juga mengatakan, Kepala Dinas Dikpora DIY juga bersedia untuk mengeluarkan Surat Edaran untuk lebih menekankan kepada sekolah-sekolah agar memasukkan materi pendidikan pengurangan resiko bencana dalam kegiatan Pramuka dan berharap agar kegaiatan ini terus berkelanjutan.

Termasuk yang harus diperhatikan juga, menurutnya, ialah tidak hanya bagaimana menanggulangi bencana tapi juga bagaimana mempersiapakan sarana dan prasana yang ramah bencana. “Apakah bangunan sekolah masih layak kalau terjadi bencana atau tidak, kalau bangunan baru juga harus disesuaikan bagaimana mengatur pintu dan pernak pernik kecil yang jika tidak kita perhatikan akan menjadi riskan jika terjadi bencana,”paparnya. 


Berita Terkait

Berita Lain


Komentar Berita

Kembali ke atas


PENGUMUMAN BARU
LINK PENTING: BSE - Lembaga Pusat - Lembaga Daerah - Link UPTD - Budaya Baca - Konten Pendidikan - NUPTK - NISN - NPSN - Seksi DIKTI - BAN SM

Kantor : Jl.Cendana 9 Yogyakarta Kode Pos : 55166 Telepon : (0274) 541322 Fax : 513132 Email : dikpora@jogjaprov.go.id
Dinas Pendidikan, Pemuda, & Olahraga
Daerah Istimewa Yogyakarta.

www.pendidikan-diy.go.id
Copyright © 2017 .Hak cipta dilindungi undang-undang.
Web themes by watulintang.com