- dikpora.jogjaprov.go.id
DETAIL SOROT SEKOLAH 15 November 2016 10:57 WIB, oleh : http://edupost.id, dibaca : 1262kali

Siswa SMKN 1 Nglipar Buat Sleeping Bed dari Sampah Plastik


Bagikan tautan :
Semakin banyaknya produk makanan berkemasan plastik ternyata mulai menjadi persoalan tersendiri, khususnya bagi lingkungan. Di kebanyakan sekolah misalnya, setelah isinya dinikmati, smpah plastik kemasan makanan akan semakin menggunung. Kondisi ini menjadi perhatian bagi beberapa siswa di SMKN 1 Nglipar Gunung Kidul. Mereka mengolah sampah plastik kemasan menjadi sleeping bed yang memiliki nilai manfaat.


Awalnya banyak sekali sampah plastik bungkus makanan di sekolah. Kami berpikir untuk memanfaatkan sampah ini untuk membuat produk yang bermanfaat, ujar Rafika Fitri Aryani, salah satu siswa yang pembuat sleeping bed dari sampah plastik ini.


Diakuinya, sebelum memutuskan membuat sleeping bad memang sempat terpikiran membuat tas. Namun, tas berbahan sampah plastik sudah sangat banyak ditemui. Akhirnya, bersama dengan Diana Mintaria dan Bayu Tri, Rafika memutuskan membuat sleeping bed.


Tidak sulit untuk membuat sleeping bed ini. Hanya saja, dalam prosesnya dibutuhkan ketekunan, kesabaran, dan kejelian yang besar untuk membuat produk yang baik.


Tahap awal, plastik yang terkumpul dicuci, kemudian dipotong kecil kecil. Potongan ini lalu dimasukkan ke dalam selimut seperti sleeping bad pada umumnya. Selimut ini dibuat dari kain perca yang sudah dijahit sebagai bungkus. Satu sleeping bed, menurut Rafika membutuhkan sekitar 4 kg kain perca. Kain ini dibeli dari para penjahit.


Sampah plastik kumpulin dari teman teman. Sekarang sampah plastik di sekolah mulai berkurang karena selalu dikumpulin. Ini bisa mengurangi banyaknya sampah plastik di sekolah, terang suswa kelas XII ini.


Dikatakan Rafika, dalam membuat produk ini, ia dan timnya masih menggunakan cara manual. Pemotongan plastik menggunakan gunting, sehingga membutuhkan waktu lama. Belum lagi untuk menjahit kain perca yang banyak menggunakan tangan.


Saat ini ia juga mengaku masih akan menyempurnakan produknya. Kelemahan utama poduk ini adalah saat digunakan di bawah guyuran hujan. Air pastinya akan mampu menembus selimut dan tersimpan di sela sela potongan plastik. Ini tentunya sangat tidak baik. Untuik itu,  ke depan ia akan menggunakan bahan lain untuk bahan selimutnya agar produk ini bisa tahan air.


`Kalau sudah sempurna baru akan diperbanyak dan diperualbelikan. Nanti akan dihitung analisis ekonominya. Yang jelas, kami akan menggunakan barang bekas untuk mengurangi sampah` katanya. (http://edupost.id/--Andi)


Komentar sorot sekolah

Sorot Lainya Kembali ke atas



ARTIKEL JURNAL
Penulis: Trisni Setyaningsih S.Pd.SD
LAKUKAN SEKARANG UNTUK MENULIS
Penulis: Giyarsih - Pengawas Dikpora Kulonprog
KEAKRABAN GURU DAN PENGAWAS SEKOLAH



POJOK INSPIRASI

Orang selalu menyalahkan keadaan untuk sesuatu yang terjadi pada dirinya.Orang-orang sukses selalu bangkit dan mencari situasi yang mereka inginkan.Jika tidak menemukannya, mereka akan menciptakannya. (George Bernard Shaw)
LINK PENTING: BSE - Lembaga Pusat - Lembaga Daerah - Link UPTD - Budaya Baca - Konten Pendidikan - NUPTK - NISN - NPSN - Seksi DIKTI - BAN SM

Kantor : Jl.Cendana 9 Yogyakarta Kode Pos : 55166 Telepon : (0274) 541322 Fax : 513132 Email : dikpora@jogjaprov.go.id
Dinas Pendidikan, Pemuda, & Olahraga
Daerah Istimewa Yogyakarta.

www.dikpora.jogjaprov.go.id
Copyright © 2014 .Hak cipta dilindungi undang-undang.
Web themes by watulintang.com